" T A K K I R O "

.....Mboten Pareng Sambat.....

Allah dalam prasangka HambaNya





Kemandirian individu akan berproses dari kandungan, bayi, anak anak, remaja dan dewasa semua tahapan akan mengalami sekat file dalam memori otak bawah sadarnya. 
Deretan file diatas mempengaruhi tingkat pemahaman terhadap diri dan juga Tuhannya,  semua berasumsi atau mengimaninya dg berbeda beda, atau bahkan sampai dewasapun belum bisa mengenali dirinya karena gagal paham meyakini kodratinya,  jauh lagi mengenal Tuhannya semakin tidak jelas.
Disimilah titik bergesernya salah memahami Tuhannya, karena akan mengalami keremangan dan keraguan akan keberadaanNya, sehingga ada proses pencarian dan atau mengalir dalam rutinitas amaliah yg berpondasi pada keraguan semata,  nilai nilai yg disangkakan terhadap Tuhannya semakin remang,  maka tidak heran melemahnya mental keimanannya jauh dari idialisme. Mudah menyalakan kondisi dan merasa Tuhan selalu kurang berpihak pada keinginannya. Proses kekecewaan berkepanjangan akan berpengaruh terhadap keyakinan, dan akan selalu berbuah pada keburukan sangka terhadap Tuhan,  padahal kondisinya yang diperburuk sendiri seolah semua Tuhan salah takdirkan. Sampai kapan pun tidak akan ada perubahan selama menunggu Tuhan merubah keburukkannya menjadi baik,  karena itu wilayah dirinya yg harus merubahnya. Mulainya menyangka baik terhadap apapun yg Allah gariskan dan kenali diri kita akan segala kekurangan dan kelebihannya sebagai batu loncatan mengenal Tuhan. Semoga kita sentiasa diberkahi atas pemahaman diri menuju Tuhan yg sejati. Amiin

Baca juga:

Tags:

1 komentar



Emoticon